Ibu Muhammad Fahmie Abdullah, 11, korban kebakaran Tahfiz Darul Quran Ittifaqiyah mengatakan bahwa dia tidak akan memaafkan orang-orang yang terlibat.
Noorazlina Bakry, 36, merujuk pada tujuh tersangka berusia 11 sampai 18 tahun, yang ditangkap oleh polisi karena diduga bertanggung jawab atas pembakaran
Sebagai akibat dari tragedi tersebut, Noorazlina sering menangis dan berduka atas nasib anak laki-laki tertuanya.
Dia juga tidak mengharapkan semua tersangka muda bersedia melakukan tindakan kejam tersebut.
"Saya tidak ingin melihat mereka, tidak ingin melihat wajah mereka .. Saya tidak akan memaafkan tindakan mereka. [1945907] [1945907]
"Saya harap keadilan bisa ditegakkan, jangan keluar (dari penjara), apa yang (tersangka) mau lakukan … kepada siswa tahfiz," katanya saat ditemui di rumah keluarganya di Taman Paroi. Sementara itu, Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Datuk Amar Singh Ishar Singh, dalam sebuah konferensi pers, membenarkan penyebab kebakaran di gubuk keramat tengah di Jalan Keramat Ujung, Kampung Dato Keramat,
Dia juga mengkonfirmasi bahwa polisi menangkap tujuh tersangka yang berusia antara 11 dan 18 tahun, yang diyakini bertanggung jawab untuk membakar lantai tiga sebuah bungalow yang digunakan sebagai asrama tahfiz sentral.
Sementara itu, Noridayu Bakery, 32, yang juga saudara laki-laki Noorazlina, mengatakan saudaranya terlalu sedih untuk mengetahui bahwa insiden tersebut disebabkan oleh pengkhianatan kelompok tersangka. [1945907] [1945907]
"Kami mendengar banyak rumor tentang penyebabnya, tapi sebenarnya tidak mempercayainya. [1945907] [1945907]
"Namun, kami sangat terkejut dan sedih begitu kami mendengar konfirmasi polisi di televisi tadi malam. [1945907] [1945907]
"Kami berharap agar mereka dihukum dengan adil di pengadilan jika kami menginginkan tersangka dibawa ke depan keluarga semua korban Kami ingin mendengar permintaan maaf dari mulut mereka sendiri,"
Sumber- Kisah Harian
lagi info di : edisiviral.com
0 Comments