BALING – Yang paling mengingatkan 50 keluarga Kenjieu Aborigin dari Kampung Lubuk Legong saat memeluk Islam di depan Sultan Kedah, Sultan Abdul Halim Mu'adzam Shah sekitar tahun 1986.
Pengalaman manis ini dibagikan oleh Tok Batin, Razali Kulim mengatakan bahwa almarhum
"Di bawah tenda sekitar pukul 11.30 di desa, dia melucuti kita termasuk saya yang masih remaja," katanya.
Selain itu, almarhum selalu peduli dengan masyarakat Ken Sieu Orang Asli.
Dia mengatakan bahwa pengalaman manis berusia 30 tahun itu masih diingat hari ini.
Beberapa fakta tentang penduduk asli suku Kensiu di Baling, Kedah .
Kampung Lubuk Legong adalah satu-satunya desa asli suku Kensui (suku Negrito) di semenanjung Malaysia. Desa ini terletak sekitar 13 km dari Bandar Baling dan telah dikategorikan sebagai desa pinggiran kota. Kota terdekat adalah kota Kampung Lalang yang hanya berjarak 3 km dan dikelilingi oleh desa-desa Melayu lainnya.
Keunikan dan juga daya tarik utama masyarakat luar ke desa ini adalah adanya Kolam Rekreasi Air Panas, Ulu Legong. Kolam alami ini telah ditingkatkan dan menarik pengunjung ke negara bagian Kedah, Perak, Perlis dan Penang.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Dr. Iskandar Carey (1970), berdasarkan kunjungan ke Desa Orang Asli di Kampung Lalang sekitar tahun 1968 dan 1969, suku Kensiu memiliki permukiman sendiri.
Mereka juga dikatakan sebagai suku tertua. Pada dasarnya, suku Kensiu dikatakan memiliki hubungan keluarga di Kampung Rai, Yala, Thailand.
Sementara berdasarkan informasi lisan, masyarakat Kensiu berasal dari Kuala Kedau dan Ulu Legong. Selama invasi Jepang ke Tanah
Melayu sekitar tahun 1941 dan 1942, klan Kensiu telah melarikan diri ke mana-mana di distrik Baling. Di antara sasarannya adalah Parit Panjang, Kampung Bendang Man di Sik, Kampung Sg. Celak dan Kampung Tiak di Kupang, Baling.
Saat ini, permukiman buatan pemerintah di Kampung Lubuk Legong Desa Orang Asli telah mengumumkan anggota fraksi di satu tempat.
Suku Kensiu telah menetap di sini sejak tahun 1957 di No. 3623 yang ditawarkan pada tahun 1958 sebagai Cagar Aborigin dengan luas 428 hektar. [1945909]
Sumber: Sinar Harian Cerita Pasai Kedah
lagi info di : edisiviral.com
0 Comments