“Saya Takutkan Pujian,” Thanabalan Nak Jadi Pemandu Lori Jika Tidak Bermain Bola Sepak

Siapa yang tidak mengenal N. Thanabalan, skuad skuad berusia di bawah 22 tahun (B22). Namanya melihat para penggemarnya penggemar sepak bola negeri tersebut untuk tampil cemerlang di SEA Games terakhir.

Hanya namanya saja, mengingat sundulannya saat mencetak gol kemenangan melawan timnas B22 di Indonesia. Jaringan tersebut telah membawa skuad nasional ke final melawan namun kalah dalam perhitungan melawan Thailand.

Umum tahu kisah hidupnya. Thana mengambil alih tanggung jawab untuk merawat keluarga tersebut setelah ayahnya lumpuh karena kecelakaan. Kisah pengorbanannya sangat bergerak.

Tapi banyak yang tidak tahu sisi lain dari hidupnya. Ketika ditanyai oleh apa yang paling ditakuti dalam hidupnya, kita akan mengharapkan jawaban seperti ular, tempat tinggi atau mungkin takut akan kegelapan. Tapi jawaban singkat Thana bisa membuat kita jepret. Thana sebenarnya takut dengan pujian !!! Ya, puji.

Jika Anda perhatikan, wajar jika Thana takut akan pujian. Dengan namanya tiba-tiba menjadi judul, selain menulis di media cetak dan media sosial, Thana nampaknya menjadi selebriti populer yang menjadi perhatian orang sepanjang waktu.

Tindakan melawan pasukan Indonesia, Myanmar dan Singapura sangat menakjubkan.

Ternyata Thana mengambil pelajaran dari cerita tentang pemain sepak bola hebat lainnya, mendapatkan ketenaran tiba-tiba, tanpa sadar karier mereka jatuh. anjlok.

Misalnya mantan pemain Red Devil, Dwight Yorke.

BACA: Meskipun Latihannya Sibuk, Tapi Dia Tidak Pernah Mengabaikan Keluarga – Ayah

Sikap rendah hati jika Thana dikelilingi dengan ketat dan selalu di dunia nyata, jalan menuju meraih mimpinya tentu terbentang. Yang terpenting, ia harus tahu keterbatasan yang perlu diurusnya. Tidak salah menikmati sedikit perhatian yang diberikan.

Thana sendiri mengakui, perhatiannya sekarang harus membatasi pergerakannya. Dia dialamatkan kemana-mana oleh fans. Namun, Thana harus setuju bahwa dia sekarang adalah selebriti olahraga tanah air.

Satu sikap yang harus dipuji, Thana tidak pernah mengabaikan keluarganya. Thana tahu dia berasal dari keluarga yang sulit, jadi sepak bola favoritnya adalah satu-satunya cara dia mencari nafkah.

Thana berkata, jika dia bukan pesepakbola hari ini.

Saat mengajukan pertanyaan, jika menghasilkan uang RM1 juta secara tunai, membangun rumah yang nyaman untuk keluarga adalah hal pertama yang harus dilakukan. oleh dia Sisanya, dia akan memulai bisnisnya.

Sikap rendah hati Thana harus ditiru oleh pemain sepak bola lainnya. Last but not least, harapan baik untuk Thana, memang penggemar sepak bola tanah air pasti merindukan aksinya dengan skuad nasional.

Sumber: BH Online



lagi info di : edisiviral.com

Post a Comment

0 Comments

loading...